Monday, 23 January 2006

Let’s go Into Narnia, bekal berpetualang di dunia Narnia


Let’s go Into Narnia, bekal berpetualang di dunia Narnia

Judul : Let’s Go Into Narnia
Mengenal Lebih Dekat Dunia Ajaib C. S. Lewis
Penulis : Arie Saptaji
Penerbit : Gradien Books
Cetakan : 1 & 2 Juli 2005
Tebal : 136 hal
ISBN : 979-3574-08-9

Pembaca fiksi fantasi tanah air patut bersyukur dengan diterbitkannya kembali karya fiksi fantasi klasik C.S. Lewis – The Chronicle of Narnia oleh penerbit Gramedia. Lebih dari sepuluh tahun yang lalu Narnia pernah diterjemahkan dan diterbitkan oleh penerbit Dian Rakyat.

Sebelum diterbitkan kembali, praktis buku-buku seri Narnia sudah sulit untuk dicari dan hanya dapat ditemui di lapak-lapak buku bekas tanah air. Tak heran banyak pembaca fiksi fantasi tanah air masih merasa asing dengan nama CS. Lewis dan Narnia. Untuk itu, seiring dengan diterbitkannya kembali kisah petualangan Narnia, Arie Saptaji meluncurkan karyanya "Let’s Go Into Narnia" – Mengenal Lebih Dekat Dunia Ajaib C.S Lewis – bagi para penggemar dan calon penggemar Dunia Narnia.

Buku tipis (136 hal) ini ditulis oleh Arie Saptadi, penulis beberapa buku dan penggemar Narnia. Berawal dari pertemuan penulis dengan sebuah seri akhir Narnia yang terselip di rak buku bacaan anak-anak sebuah Toko Buku di Jogya, penasaran ketika membaca penulis Narnia -C.S Lewis - yang selama ini hanya ia temukan melalui kutipan-kutipan disejumlah buku karya penulis lain, ia pun segera melahap buku Narnia tersebut hanya dalam satu malam.

Terpesona oleh daya tarik petualangan fantasi Narnia maka ia pun segera mencari seri-seri lainnya yang sudah tak mudah lagi karena pada saat itu buku seri Narnia sudah ‘out of print’. Setelah berhasil melangkapinya dan membaca ketujuh buku Narnia yang masing-masing diperolehnya dengan cara unik, ia pun semakin tertarik dengan Narnia, pesona Narnia ternyata membekaskan kesan istimewa dalam benaknya dan memimpikan kapan ia bisa menggarap karya-karya sebagus itu (hal 97).

Mimpi Arie rupanya kini terwujud!. Dalam buku yang ditulisnya ini ia mengenalkan kepada para penggemar dan calon penggemar Narnia untuk mengenal lebih dekat dunia ajaib Narnia. Buku ini ditulis oleh Arie secara singkat, padat dan jelas! Setelah kata pengantar dan pendapat pembaca, buku ini dimulai dari biografi singkat CS Lewis yang juga dikenal sebagai sarjana kritikus sastra yang menonjol di Oxford dan Cambridge, pengarang fiksi ilmiah dan cerita anak yang termasyur hingga penulis dan penyiar radio yang gigih membela iman Kristen. Dalam bab ini terungkap juga persahabatannya dengan JRR Tolkien, penulis Lord of The Rings yang sedikit banyak mempengaruhi gaya penulisannya.

Buku ini selain menyajikan proses kreatif Lewis dalam melahirkan Narnia, juga dilengkapi dengan sinopsis ketujuh buku Narnia yang dijelaskan sebagai semacam sneak peak yang tentu saja dalam sinopsisnya ini Arie berusaha untuk tidak membocorkan ending cerita demi kenikmatan calon pembaca Narnia. Karena terdapat perbedaan antara urutan penerbitan buku dengan kronologis internal, Arie juga menyuguhkan bab mengenai urutan pembacaan Narnia, dengan bijak Arie memberikan saran-saran darimana sebaiknya pembaca membaca kisah Narnia, walau keputusan akhir diserahkan pada pembacanya namun Arie menyimpulkan kalau Narnia dibaca tidak berdasarkan urutan kronologis internal maka kisah petualangan Narnia akan terasa "lebih nendang!".

Selain itu buku ini juga dilengkapi dengan bab Aneka Penafsiran, yang sebenarnya ditujukan bagi pembaca yang telah menamatkan ketujuh seri Narnia, untuk itu di awal pengantar dan di awal bab ‘Aneka Penafsiran’ Arie memberi peringatan kalau bagian ini mengandung bocoran dari kisah Narnia dan menyarankan bagi yang belum membaca ketujuh seri Narnia agar melewatkan bagian ini.

Di bab-bab terakhir buku ini Arie mengetengahkan bab ‘Keungggulan Narnia’-Sebuah catatan pribadi- dan bab mengenai perbandingan antara Narnia, Dunia Tengah (Lord of The Rings), dan Harry Potter. Mungkin bab-bab ini yang paling menarik dari buku ini karena pembaca buku-buku fantasi mau tak mau pasti akan bertanya-tanya dan membanding-bandingkan dengan dua buku yang terlebih dahulu telah dikenal di Indonesia. (Harry Potter dan Lord of The Rings).

Buku ini memang tak lepas dari penilaian subyektif pengarangnya yang mengaku begitu terkesan dengan kisah petualangan Narnia (hal 97). Namun terlepas dari semua itu buku yang memang diperuntukkan bagi pembaca Narnia di Indonesia ini sangat baik dibaca oleh penggemar dan calon penggemar Narnia untuk mengetahui siapa C.S. Lewis dan apa itu Narnia. Setidaknya buku ini dapat menjadi ‘bekal’ yang cukup mengenyangkan bagi pembaca Narnia untuk berpetualang ke dunia ajaib Narnia. Setelah dirasa ‘bekal’ itu cukup maka pembaca Narnia akan segera berkata "Let’s Go Into Narnia!"

@h_tanzil

No comments:

Post a Comment

 
ans!!